| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Jan | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 |
| 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 |
| 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 |
| 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 |
| 29 | 30 | 31 | ||||
MITRA KERJA
ALBHA DIY
BELAJAR ON LINE
Blogroll
- Alquran On Line
- Belajar Internet Marketing On Line
- Belajar membuat Blog
- Berbisnis sesuai Syariah
- Era Muslim
- Fikih Kontemporer
- Ismunadji,Blog Pribadi
- Jadwal Sholat Yogyakarta
- Jawa Pos On Line
- Muhammadiyah On Line
- Pusat Belanja Busana Muslim On Line
- Republika On Line
- Republika On Line/Bisnis Syariah
- Republika On Line/Dunia Islam
- Republika On Line/Haji & Umroh
- Republika On Line/Hikmah
- Tangan Diatas Lebih Baik
- Yayasan Al Jannah Yogyakarta
Galery Foto
Kajian Sabtu Pagi
KBIH "AISYIYAH"DIY
Mutiara Islam
Pemikiran & Peradaban Islam
Home
Categories
- Bakti Sosial
- Pengajian Akbar
- Pengajian ALBHA Ahad II
- Pengajian Sabtu Pagi
- Uncategorized
- Undangan ALBHA
Archives
- January 2010
- November 2009
- October 2009
- September 2009
- August 2009
- June 2009
- May 2009
- April 2009
- March 2009
- February 2009
- January 2009
- December 2008
- November 2008
- October 2008
- September 2008
- August 2008
- March 2008
Meta
Yth. Bp/Ibu Jamaah Haji pada umumnya
Kaum Muslimin dan Muslimat
di Daerah Istimewa Yogyakarta
Assalamualikum wr.wb.
Mengharap kehadiran Bapak/Ibu/Saudara Keluarga Besar ALBHA DIY dan Kaum Muslimin dan Muslimat Umumnya pada Pengajian Rutin Ahad II) yang Insya Allah kami selenggarakan pada :
Hari & Tanggal : Ahad, 14 Februai 2010
Waktu : 08.00 - 10.00 WIB
Tempat : Masjid Kuncen Yogyakarta( Pasar Klitikan ke barat/Dari Masjid Amal Mulia
ke utara -/+250 M
Acara :Pengajian Rutin Ahad II/Februari 2010
Pembicara : Ustadz Dr.H.M.Noor, Mag,Dosen UIN Yogyakarta
Kemudian untuk kehadirannya, terima kasih kami ucapkan,semoga kehadiran Bapak/Ibu/Saudara dicatat oleh Allah SWT sebagai amal sholeh, dan diberikan pahala yang telah dijanjikan-Nya.
Wss.wr.w.b.
Bidang Humas dan Ibadah ALBHA DIY
H.Zainudin Aziz
Ketua III
Diposting oleh : Ismunadji( Sie.Pengajian ALBHA-DIY )
Keadilan Rasulullah saw
11/06/09
Menegakkan keadilan adalah unsur penting dalam ajaran Islam. Sebagaimana ketika Nabi Muhammad saw merasa ajalnya sudah dekat, dikumpulkannya para sahabat. Kemudian, beliau menyampaikan pidatonya: ”Sahabat-sahabatku sekalian! Ajalku mungkin sudah dekat, dan aku ingin menghadap Allah dalam keadaan suci bersih. Mungkin selama bergaul dengan Anda sekalian, ada yang pernah aku pinjam uangnya atau barangnya dan belum aku kembalikan atau belum aku bayar, sekarang ini juga aku minta ditagih. Mungkin ada di antara kalian yang pernah aku sakiti, sekarang ini juga aku minta dihukum qishos (hukuman balasan). Mungkin ada yang pernah aku singgung perasaannya, sekarang ini juga aku minta maaf.” (more…)
Sebanyak 251 naskah Alquran kuno masih tersimpan. Upaya pemeliharaan juga melalui penghafalan dan penulisan kembali Alquran.
Pada masa kenabian, setiap tahun, Malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad SAW. Dia lantas memeriksa bacaan Alquran dengan cara meminta Rasulullah mengulangi bacaan ayat-ayat yang telah diwahyukan sebelumnya.
Hal yang sama kemudian juga dilakukan oleh Rasulullah dengan mengontrol bacaan para sahabat. Demikianlah upaya yang dilakukan untuk menjaga serta memelihara kemurnian ayat-ayat Alquran, yang merupakan firman Allah SWT.
Dari hal tersebut, dapat dicermati, bahwa menjaga kemurnian Alquran amatlah ditekankan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Ini mengingat kemuliaan Alquran sebagai pedoman hidup bagi umat manusia untuk memperoleh kebahagiaan di dunia maupun akhirat.
Maka itulah, dari masa ke masa, upaya tersebut harus senantiasa terpelihara, baik dari kesalahan penulisan, terlebih dari kemungkinan ’sabotase’ oleh musuh-musuh umat Islam, berupa pengubahan huruf, makna ataupun penafsiran secara sengaja.
Keinginan untuk meneguhkan tekad dalam memelihara kemurnian Alquran, mengemuka pada Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Ulama Alquran yang diselenggarakan Departemen Agama (Depag) RI di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, 23-25 Maret lalu. Tercatat sebanyak 97 ulama dan pakar ilmu Alquran mengikuti kegiatan ini.
Para peserta sepakat, bahwa kemurnian Alquran harus dijaga, baik tulisan Arab-nya maupun penafsirannya. Seperti dikatakan Kepala Litbang dan Diklat Departemen Agama Prof Dr H Atho Mudzhar, pemerintah (umara) dan umat Islam Indonesia telah menaruh perhatian besar terhadap upaya ini.
Hal itu dikonkretkan dengan pembentukan Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, tim penerjemah Alquran serta penulisan tafsirnya. Tak ketinggalan adanya lembaga pendidikan dan pengajaran Alquran serta penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).
Lebih lanjut diungkapkan, dari penelitian, kini terdapat sekitar 251 naskah Alquran kuno yang tersimpan, baik di museum-museum daerah maupun perorangan. Ini membuktikan bahwa Alquran akan tetap terpelihara, baik melalui hafalan para penghafal Alquran maupun penulisan kembali yang dilakukan secara terus menerus.
Sebenarnya, usaha menjaga berbagai kesalahan dan kekurangan dalam penulisan Alquran, sudah intensif diupayakan sejak tahun 1957. Kala itu, dibentuklah suatu lembaga semacam kepanitiaan untuk me-nashih setiap mushaf Alquran yang akan dicetak dan diedarkan ke masyarakat.
Lembaga ini bernama Lajnah Pentashihah Mushaf Alquran. Lantaran tugasnya semakin berat, sejak tahun 2007 lajnah lantas dinaikkan posisinya sebagai institusi sendiri dalam organisasi di lingkungan Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama.
Pada kesempatan sama, Menteri Agama Dr Muhammad Maftuh Basyuni menilai mukernas sangat penting dalam menjaring masukan dan saran dari para alim ulama dan pakar dalam menjaga kemurnian Alquran sekaligus pemasyarakatan Alquran. ”Khususnya dalam penyempurnaan tafsir Alquran yang dilakukan Depag,” tegas dia.
Menag menekankan, selain menjadi kewajiban umat Islam di seluruh dunia untuk memelihara ayat Alquran, tugas berat juga diamanatkan kepada lembaga-lembaga dengan kompetensi yang di dalamnya ditetapkan para ahli di bidangnya baik dari segi tahfiz, rasm, tanda baca, tanda waqaf, qiraat, tajwid, terjamah, tafsir, dan ulumul Quran.
Mengawal pemahaman
Lebih lanjut Menag mengingatkan, titik krusial dalam teks keagamaan adalah pada penafsirannya, terutama yang terkait dengan pola hubungan antara lafal dan makna. Tidak jarang ditemukan pemahaman keagamaan yang begitu ketat dan literal, bahkan terkadang menyulitkan, namun tidak sedikit juga ditemukan pemahaman yang begitu longgar bahkan liberal.
”Oleh karena itu, tugas berat para ulama adalah mengawal pemahaman teks-teks keagamaan tersebut agar tetap benar dan baik, terhindar dari segala bentuk penyelewengan,” tandas Maftuh.
Terlalu berpegang pada lahir teks dan mengesampingkan maslahat atau maksud di balik teks, jelas Maftuh, bakal berakibat pada kesan syariat Islam tidak sejalan dengan perkembangan zaman dan jumud (kaku) dalam menyikapi persoalan.
”Sebaliknya, terlampau jauh menyelami makna batin akan berakibat pada upaya menggugurkan berbagai ketentuan syariat. Keduanya merupakan kesalahan dan penyelewengan yang tidak dapat ditolerir,” paparnya.
Di tengah masyarakat global yang plural seperti saat ini, menurut Menag, diperlukan sebuah metode yang menengahi keduanya. Yakni tetap mempertimbangkan perkembangan zaman dan maslahat manusia tanpa menggugurkan makna lahir teks.
Sementara Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Nangroe Aceh Darussalam –sederajat MUI (Majelis Ulama Indonesia) Prof Dr Muslim Ibrahim MA sependapat bahwa tugas ulama dan seluruh umat Islam untuk menjaga kemurnian ayat-ayat suci Alquran, baik dari segi penulisan, terjemah, pemahaman dan sebagainya.
”Kemurnian Alquran harus kita jaga, baik tulisan Arabnya maupun penafsirannya,” tegas dia. dam/taq
( Sumber :
Hikmah » Mutiara Islam Republika On Line )
Kepada
Yth. Anggota & Pengurus ALBHA DIY dan Kaum Muslimin dan Muslimat
di Daerah Istimewa Yogyakarta
Assalamualikum wr.wb.
Mengharap kehadiran Bapak/Ibu/Saudara Keluarga Besar ALBHA DIY dan Kaum Muslimin dan Muslimat Umumnya pada Pengajian Rtin Ahad II yang Insya Allah kami selenggarakan pada :
Hari & Tanggal : Ahad, 10 Mei 2009
Waktu : 08.00 - 10.00 WIB
Tempat : Masjid Amal Mulia (Kampus UMY Wirobrajan) Yogyakarta
Acara :Pengajian Rutin Aha II ALBHA DIY
Pembicara : Ustadz Dr.Muhammad Noor, Mag, Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Kemudian untuk kehadirannya, terima kasih kami ucapkan.
Wss.wr.w.b.
Ketua II Bidang Dahwah dan Pendidikan ALBHA DIY
H.Yusuf A Hasan
Ditulis dan dipoting oleh : Ismunadji (Seksi Pengajian dan Kajian)
Undangan Pengajian Ahad II
10/04/09
Kepada
Yth. Anggota & Pengurus ALBHA DIY dan Kaum Muslimin dan Muslimat
di Daerah Istimewa Yogyakarta
Assalamualikum wr.wb.
Mengharap kehadiran Bapak/Ibu/Saudara Keluarga Besar ALBHA DIY dan Kaum Muslimin dan Muslimat Umumnya pada Pengajian Rtin Ahad II yang Insya Allah kami selenggarakan pada :
Hari & Tanggal : Ahad, 12 April 2009
Waktu : 08.00 - 10.00 WIB
Tempat : Masjid Amal Mulia (Kampus UMY Wirobrajan) Yogyakarta
Acara :Pengajian Rutin Aha II ALBHA DIY
Pembicara : Ustadz Fatturahman Kamal, Lc,MSI, Dosen UMY Yogyakarta
Kemudian untuk kehadirannya, terima kasih kami ucapkan.
Wss.wr.w.b.
Ketua II Bidang Dahwah dan Pendidikan ALBHA DIY
H.Yusuf A Hasan
Ditulis dan dipoting oleh : Ismunadji (Seksi Pengajian dan Kajian)










