MITRA KERJA
ALBHA DIY
Bakti Sosial
BELAJAR ON LINE
Blogroll
- Alquran On Line
- Belajar Internet Marketing On Line
- Belajar membuat Blog
- Berbisnis sesuai Syariah
- Era Muslim
- Fikih Kontemporer
- Ismunadji,Blog Pribadi
- Jadwal Sholat Yogyakarta
- Jawa Pos On Line
- Muhammadiyah On Line
- Pusat Belanja Busana Muslim On Line
- Republika On Line
- Republika On Line/Bisnis Syariah
- Republika On Line/Dunia Islam
- Republika On Line/Haji & Umroh
- Republika On Line/Hikmah
- Tangan Diatas Lebih Baik
- Yayasan Al Jannah Yogyakarta
Galery Foto
Kajian Sabtu Pagi
KBIH "AISYIYAH"DIY
Mutiara Islam
Pemikiran & Peradaban Islam
Home
Categories
- Bakti Sosial
- Pengajian Akbar
- Pengajian ALBHA Ahad II
- Pengajian Sabtu Pagi
- Uncategorized
- Undangan ALBHA
Archives
- August 2011
- January 2011
- October 2010
- July 2010
- June 2010
- April 2010
- January 2010
- November 2009
- October 2009
- September 2009
- August 2009
- June 2009
- May 2009
- April 2009
- March 2009
- February 2009
- January 2009
- December 2008
- November 2008
- October 2008
- September 2008
- August 2008
- March 2008
Meta
Fathurrahman Kamal, Lc., M.S.I.[2]
Pengantar
Pada acara pagi ini, 8 Agustus 2008, dalam rangka membersamai mahasiswa baru di Universitas Muhammadiyah Magelang, saya diberi amanah untuk menyampaikan materi yang berkenaan dengan kaum intelektual dan masalah kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam term of reference yang ditulis oleh panitia terbaca bahwa pertautan antara rasa kebangsaan dan paham kebangsaan akan melahirkan semangat kebangsaan dalam wujud nyata membela dan berkorban bagi kepentingan bangsa dan negara. Semangat kebangsaan ini dapat mempersatukan segala perbedaan. Semangat inilah yang kian hari makin rapuh karena berbagai faktor internal dan eksternal bangsa itu sendiri. Lalu di manakah posisi kita, intelektual muda muslim? Apa kontribusi yang seharusnya kita dedikasikan kepada bangsa kita yang baru saja merayakan satu abad kebangkitannya?
Membaca resume TOR panitia tersebut, dalam forum ini ada baiknya saya mengajak rekan-rekan untuk kembali mendiskusikan setidaknya dua hal; menentukan starting point (munthalaq) dalam memaknai kehidupan berbangsa dan bernegara serta relevansinya dengan konsep umat; dan potret seorang intelektual muda muslim sebagai pilar utama dalam mewujudkan bangsa yang berkarakter.
Spirit Bukit Shafa : Afirmasi atas Pandangan Hidup Islam
“Maka sampaikanlah secara terang-terangan segala apa yang telah diperintahkan (kepadamu wahai Muhammad) dan berpalinglah dari orang-orang musyrik!”.[3] Inilah perintah Allah s.w.t. yang mengakhiri masa dakwah sirriyah (secara rahasia, tersembunyi) sekaligus sebagai deklarasi dakwah pada tataran publik (jahriyah).
Rasululllah naik ke bukit Shafa. Dengan suara lantang beliau berseru “ya shabâhah!”. Seruan ini familiar di kalangan masyarakat Arab sebagai warning kedatangan serangan dari pihak luar. Tidak seorangpun yang lalai. Kawan dan lawan, semuanya bergegas berkumpul di hadapan manusia agung, Muhammad s.a.w. Beliau berkata:”Wahai Bani ‘Abdul Muthalib! Wahai Bani Ka’ab! Jika ku katakan kepada kalian bahwa,di belakang bukit ini ada pasukan musuh yang hendak menyerang kalian, apakah kalian percaya?”. Secara aklamasi mereka menjawab, “Ok, kami percaya wahai Muhammad! Sungguh kami tidak pernah mendapatimu berdusta walau sekali saja.” “Baik! jika demikian, maka ketahuilah sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan untuk kalian tentang adanya adzab yang berat.” Pernyataan tersebut segera disambut oleh Abu Lahab dengan arogan, “celaka kau wahai Muhammad! Apakah hanya untuk mengatakan itu kau kumpulkan kami di tempat ini?!. Melalui Jibril ‘alaihissalam Allah SWT menegaskan kebenaran rasulNya : Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya pasti binasa”[4] (more…)
ALBHA Gelar Kegiatan Ramadan YOGYA: Alumni Bimbingan Haji ‘Aisyiyah (ALBHA) Propinsi DIY menyambut Ramadan dengan berbagai kegiatan yang dikemas dalam ‘Ramadan Ing ALBHA’ (RIA). Kegiatan RIA antara lain buka bersama, kajian Nuzulul Quran, Qiyamul Lail, pengumpulan zakat, infak, sadakah dan zakat fitrah dari jamaah, serta menyiapkan ustadz untuk khatib hari raya Idul Fitri. Bagi yang menginginkan khatib atau penceramah dari ALBHA bisa menghubungi Ketua Bidang Humas ALBHA DIY H Zainuddin Aziz (0878391 88885). Menurutnya, Jumat (5/9) RIA juga menggelar kajian menjelang buka bersama dan Nuzulul Quran direncanakan mengundang dosen UMY Drs Harwanto Dahlan MA yang akan dilaksanakan di Kampus Stikes ‘Aisyiyah II lapangan Muhammadiyah Wirobrajan. (Asp)-x ( Sumber KR : 6 Sept 2008)









